Tugu Monas di Senja Hari

13 Juni 2009

Tak terasa jam di tangan sudah menunjukan pukul 17:15 setelah saya sampai di stasion gambir Jakarta. Sambil menunggu kereta api tujuan bandung dating, saya sempatkan diri untuk melihat beberapa kawasan di sekitar station. Tak disangka salah satu kawasan di barat station mengundang perhatian mata, ternyata tugu monas…

Setelah beberapa menit mengamatinya terbesit juga untuk mendokumentasikanya, apalagi di barengi dengan sunset… wih… bagus juga…. Walapun nggak kelliatan jelas banget…. Karena menghadap matahri dan yang memfoto kurang ahli jadi hasilnya ya…. Gini gini aja….

DSC00025

Tugu Monas atau Tugu Monumen Nasional merupakan salah satu icon ibu kota Jakarta yang terletak di Jakarta pusat. Dan tugu monas ini di bangun pada dekade1961 an lah… nggak tahu tahun berpa tepatnya. Lapangan ini mempunyai luas lahan sebesar 80 hektar.

DSC00022

Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan Frederich Silaban, dengan konsultan Ir. Rooseno, mulai dibangun Agustus 1959, dan diresmikan 17 Agustus 1961 oleh Presiden RI Soekarno. Monas resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975

Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan Frederich Silaban, dengan konsultan Ir. Rooseno, mulai dibangun Agustus 1959, dan diresmikan 17 Agustus 1961 oleh Presiden RI Soekarno. Monas resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975

Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 m.

Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.

Pelataran puncak dengan luas 11×11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.

Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.

Pelataran puncak tugu berupa “Api Nan Tak Kunjung Padam” yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45×45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).

Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.

Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar “Bambu Kuning”.

Landasan dasar Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80×80 m, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.

Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga ke atas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 – 16.00 WIB.

Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 m.

Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.

Pelataran puncak dengan luas 11×11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.

Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.

Pelataran puncak tugu berupa “Api Nan Tak Kunjung Padam” yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45×45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).

Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.

Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar “Bambu Kuning”.

Landasan dasar Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80×80 m, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.

Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga ke atas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 – 16.00 WIB.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Monumen_Nasional


Keindahan Sendang Biru

7 Juni 2009

Jumat 13 maret 2009
Tepat pukul 4 sore hari saya sudah pastikan kalau saya dan kawan kawan mendapatkan sewaan 2 buah tenda dom dengan harga @ 20000 per malam. Acara kami lanjutkan ngopi bersama di tempat yang sama seperti hari hari sebelumnya. De Pucang kita biasa sebut, warung kopi yang sederhana, pinggir jalan raya, panas pula… tapi betah juga kita berlama lama hanya sekedar menghabiskan segelas kopi susu seharga 2000 rupiah, murah meriahkan…. Dan perbincanganpun sudah kita mulai, mulai dari mobil, perlengkapan, umpan, air, kompor semua udah prepare dan siap berangkat esok hari…… jam 5 menandakan kita musti bergegas balik ke kantor… dan waktunya untuk pulang ke kost an dan menyiapkan semua nya… termasuk istirahat yang cukup…

Sabtu 14 maret 2009
Jam sudah menunjukan 6:30, ponselkupun berdering… ternyata dari teman salah satu anggota mincing untuk hari ini, Cak Haris namanya, dia nelpon menyuruhku untuk menejemput di depan gang rumahnya di daerah demak… Lumayan lah kalo di itung2, untung aja itu hari hari sabtu, banyak pegawai yang libur dan jalan raya lumayan sepi. Akhirnya aku pun bergegas mandi ganti pakaian dan meluncur ke rumah cak haris untuk menjemputnya. Setelah menjemput cak haris kita pun balik ke kostanku karena perjanjian awal kita akan berangkat dari kostanku. Setelah jemput dan packing packing, ponselku berdering lagi, kali ini Puguh, dia Tanya berkumpul dimana mas? Aku jawab langusng meluncur ke kostku aja, sepeda motor bawa masuk dan parkir seperti biasanya dan langusng ku tutup telpon itu, tidak lama lagi berdering lagi… si Andung,  anggota dari tetangga sebelah… hehehehee PD juga dia ikut acara ini.. bwakakakakakakakka, langsung aku suruh merapat ke kertajaya II no 36. setelah itu Ponsel ku pun lagi lagi berdering… Arzad kali ini yang menelepon, gua bilang langsung ke kostan aku dan kita berangkat dari sini, tutup.
Jam sudah menunjukan pukul 09:00 mobil pun datang dan anggota pun lengkap, setelah semua barang2 yang di perlukan di masukan ke dalam mobil saatnya mengabsen anggota… ada Cak Suliva, Cak Haris, Cak Sigit (optim), Gendut, Andung, Puguh, Arzad, dan terkahir Aku sendiri, lengkap semuanya dan masuk mobil. Kali ini yang men joki adalah Cak haris… Kita meluncur ke sendang biru……… Eh Eh Eh Eh Eh… ada yang ketinggalan ternyata… Tendanya belum di ambil… bwakakakakaka… sambil mencari makan dekat UNTAG Surabaya kita menunggu toko Persewaan Tenda buka… alhamdulillah tepat jam 10:00 pagi kita berangkat menuju sendang biru……
Pukul 14:30 WIB, kira kira jam segitulah… kita sampai pintu gerbang sendang biru dan kita pun membayar masuk tiketnya seharga…. Kalo nggak salah satu mobil dan 8 orang crew di dalamnya nggak sampai 100000 kok. Murah kan…. Satu satu dari kita pun keluar… di TPI yang ada di pelabuhan itu kita mencari umpan untuk memancing kita… ternyata nggak ada udang disana… ikan pindang yang kecil2 itupun udah habis ada yang pesan akhirnya dengan memohon mohon kita mendapatkan ikan itu dan kita membeli satu kilogram cumi cumi…. . Dan pada waktu yang sama ada keanehan yang melanda tubuhku ini…. Terasa ada sesuatu yang berbeda dengan konidis ini… waduh jangan2 entar lagi mau tumbang nih. Sambil menunggu teman2 saya duduk didalam mobil, akhirnya setelah kurang lebih 15 menitan  mobilpun bergerak kearah suatu tempat yang dikatakan salah satu dari penjual di TPI itu bagus spotnya untuk mincing… ternyata jalan itu jalan baru, perkiraan kami tiu merupakan jalan jalur pantai selatan… yang masiih dalam proses pembangunan. Tibalah kita di suatu depan rumah yang bener bener sepi.. nggak ada listrik, jalan masih belum beraspal… nggak bisa bayangin deh hidup disini… yang terdengar hanyalah suara derunya sang ombak pantai selatan. Rumah pun masih jarang. Akhirnya kita pun bertanya ke pada pemilik rumah itu… adakah lokasi mincing didaerah sini.. dan beliaupun menjawab ADA. Akhirnya setelah berbincang bincang tepat jam 3 sore kita melakukan perjalanan ke spot yang di maksud. Spot itu ada di balik bukit yang ada di blekang rumah yang kami titipin mobil itu. Setelah beberapa menit berjalan… sampaialah kita pada suatu spot yang sangaaaaattttttttt indah banget……

tempat perisitirahatan pertama

Tepat di posisi saya mengambil gambar ini merupakan perbatasan pasir dengan tanah. Saying nggak semuanya yang aku ambil …. Kawasan ini masih bener2 murni.. jarang yang menyentuh kawasan ini….. Lokasi mancingya itu kita ada di balik bukit batu di depan itu masih jauh lagi kan… .

Setelah istirahat, beberapa menit kemudianpun aku mulai mengeluh… badanku sakit semua, suhu tubuhku nggak normal… naik turun.. langsung aku kasih obat.

Ada beberpa temen memasak mie instant. Dan liatlah kerukunan kami waktu itu… sangat sangat menyenangkan kan…

makan bersama2

makan bersama1

Waktu sudah menujukan 4 sore, kita pun harus bergegas sebelum gelap, kita pun berjalan menyelusuri jalan dan naik ke bukit bebatuan itu….

Kegotong royongan untuk mencapai sebuah spot memancing di sendang biru….

DSC00196

Waktupun sudah pukul 5:00 sore.. segera kita membangun 2 buah tenda… selama 15 menitan mungkin… dan tata…… selesai juga tendanya… tubuhku pun sudah menunjukan tanda tanda mau rubuh waktu itu…
Kami pun langsung merangkai Jorang kita masing masing…. Dan pasang umpan ke mata kail…. Lempar…. Lemparan yang lumayan bagus…..
Waktu pun pukul 05:45 tak menyangka ternyata ada sunset dari sini… widihhhh bagus jugalo…..

sunset1

sunset2

Saya pun sudah nggak kuat lagi, pukul 18:00 sudah tak terlihat apa apa. Yang terdengar hanyalah desiran ombak lepas pantai dan beberapa teman yang mengoceh…  saya sudah nggak kuat lagi dan memutuskan untuk tidur di dalam tenda berjaketkan tebal.. dan sayang sekali sakit banget tidur di dalam tenda.. perkaranya alasnya batu karang… jadi waduhhhh sialan sakit…..

Minggu 05 maret 2009
Tak terasa sampai pagi juga saya tertidur, tubuh belum terasa fit juga. Akhirnya kita berkemas dan balik ke mobil…… ktia balik ke Pelabuhan… kita masih mencari cari spot… tapi apalah daya ternyata nggak bisa… akhirnya pukul 10:00 kita kembali ke Surabaya. Di dalam perjalanan kita pun ngobrol dan sama cak suliva gimana kalau mampir ke rumah dulu? Kebetulan rumah cak suliva malang, jadi kita iyesin aja… mandi mandi disana… tapi aku nggak mau mandi sbetulnya.. tubuhku bener bener saki…  akhirnya ku paksa mandi juga, di kasih minuman dari kedelai tapi kayak tahu rasanya.. bwakakakaka nggak tau itu namanya apa… ada jahenya.. enak banget…
Jam 15:00 sampai di kota sidoarjo, kita mampir makan bakso, lagi lagi saya nggak bisa menghabiskan makanan itu… hanya bakso padahal… kesiyannnnnnnn…..
Jam menunjukan pukul 4 sore… tibalah di kertajaya II no 36 surabaya yaitu diamana tempat ini merupakan tempat berkumpul dan berangkat kita sewaktu hari sabtu kemarin.. kita pun harus berpisah disini…
Terima Kasih kawan atas semua ini, semoga kita bisa seperti ini lagi.


MenunggU

15 Januari 2009
Aku menunggumu....

Aku menunggumu....

Menunggu….. kata itulah yang sampai detik ini ada di benaku… nggak bisa lepas… aku hanya bisa menunggu, menunggu dan menunggu. Emang aku akuin menunggu itu meruapakan hal yang sangat meresahkan hati kita. Nggak ada yang bisa aku lakuin selain hanya menunggu. Apalagi sudah 30 hari sejak hari itu masih tidak ada jawaban… Aku bagai anak angsa yang kehilangan induknya…. bagai orang linglung karna nggak tau jalan untuk melangkah… Hanya bisa meratapi, berusaha mencari sebuah jawaban tapi tidak ada yang bisa membantu… mencari informasi hanya disuruh terus dan terus menunggu.

Saya hanyalah seorang manusia yang mempunyai ambang batas kesadaran…. Apakah orang itu akan terus dan terus menunggu…. Ya Tuhan Engkau Mau pembolak Balik Hati. Terkadag hati bisa menjadi bahagia dan tenang dan nanti bisa berubah menjadi gusar dan resah…. Engkau memang Hebat Tuhan…..

Temans… Apakah kalian juga pernah merasakan hal yang sama dengan hal yang aku alami… Atau bahkan kalian malah lebih parah dari aku…. sudah menerima jawaban dan jawaban itu malah membuat kita harus menjalani hal yang terpuruk…. Aku hanya bisa menceritakan ini lewat blog ini temans…

Sampai kapan aku harus menunggumu hingga kau menjadi luluh…. Aku hanya bisa berharap padamu Tuhan. Semoga engkau mampu menguatkan imanku untuk menjalani apa yang telah kau ujikan kepadaku. Dan aku berharap engkau mudahkan aku untuk menjalankan ujianMU itu Tuhan…. dan akhirnya menjadikan hasil yang memubuat hati menjadi bahagia.

Copy right by xxxxxxx.com by justjurawo.wordpress.com


GaGaL

15 Januari 2009
I AM FAIL AGAIN

I AM FAIL AGAIN

Gagal kata pahit yang menurutku berarti sama bila ditanyakan setiap orang. Sesuatau yang kita harapkan menjadi sebuah kenyataan ternyata malah sebaliknya… Bagaiamanpun kita hanya seorang manusia yang mempunyai hati… Hati kita ngak bakalan pernah merasakan secara terus menerus rasa bahagia.

Rasa sakit yang mendalam juga pasti kita akan merasakan yang salah satu penyebabnya adalah gagal. Sewajar wajarnya dong kalo kita sudah mendapatka predikat gagal… kita pasti aku merasakan sakit hati itu… dan apa yang akan kita perbuat dengan hati kita…. Secara awam kalo ada yang sakit pasti kita akan mengobatinya kan… Sama… begitu juga dengan Hati kita kalo sedang sakit… pasti ada obatnya. Saya nggak tau apa obat sakit hati itu… tapi saya yakin hanya diri nya sendiri yang mampu mengobati lukan yang dalam itu….

Setelah aku mendapatkan kegagalan di tempat ini apa mungkin aku meneruskanya… Saya rasa saya mempunyai jawaban sendiri untuk pertanyaan itu… Aku akan berusaha mencari penggantinya yang lebih baik…. Aku yakin diluar sana ada yang lebih menghargai aku dibanding sekarang…. Bagiku kesempatan itu hanya berlaku satu kali bagiku… aku nggak mau mencobanya lagi… sudah terlalu sakit hati ini jika harus mengulangi lagi sakit yang seperti ini….. jadi aku harus keluar dari lintasan…. saya rasa keluar pergi kekantor nggak harus naik mobil atau motor… masih banyak jalan lain…. dengan naik becak atau angkot mungkin…..

Semoga kegagalan ini menjadi hikmah positif bagiku… janganlah berharap kepada orang. Berharap hanya boleh kepada Tuhan YME. Karena Ia mampu menjadikan kita apapun yang Ia kehendaki. SO…. maju terus…. ngga usahlah kita menengok kebelakang… kalau yang di depan kita udah ada yang menunggu kita….. Ngapain harus tolah toleh gitu loh….So Good Luck

Copy right by xxxxxxx.com by jurawo.wordpress.com


MEMANCING @ BRANTAS RIVER

15 Januari 2009
mancing at brantas river

mancing at brantas river

Memancing, bagiku merupakan kegiatan yang aku lakuin jikalau waktu senggang… dan bener2 pingin refreshing… Biasanya mancing di laut…. tapi seaktu pulang kampung nggak bakalan nyangka kalau kakaku yang memang keluargaku suka mancing semunanya….

Dapat ikan banyak waktu mancing di sungai depan rumah… tepatnya sungai brantas yang hulunya dari waduk selorejo malang dan berhilir ada yang lewat porong dan ada yang ke surabaya yang dinmana percabanganya ada di Tjiwi Mojokerto….

mancing at brantas river

mancing at brantas river

 

 

 

 

 

 

 

 

Wah nggak nyangka ikanya banyak banget… pas itu aku pulang dari surabaya siang hari dan tiba disana pas maghrib…

Eh… ternyata kakak kakaku dari mancing bawa ikan banyak banget… ada ikan bader merah bader putih ikan nila.. banyak kan… tapi percuma aku juga nggak bakalan mau suruh makan ikan itu… karena emang dasarya aku orang nggak suka ikan air tawar… hehehhehehe…

Nah sekarang aku ingin juga mancing di brantas… tapi nunggu waktu libur panjang ah….. katanya mancing nya juga harus liat2 air kondisi air… ada ada ja ya… mancing aja harus liat air sungai dulu… bagus atau nggak untuk mancing….


Home Sweet Home

28 Desember 2008
Home Sweet Home

Pondokam

Hari yang cerah untuk Jiwa yang sepi….. Begitu Indah…. hehehehe kayak Peterpan aja ya….. Yah inilah gambar sebuah rumah ayng aku ambil di daerah desa terpencil di Lamongan Jawa Timur… Gak tau sih tpatnya desa apa.. Aneh ya… :D
Sesuai dengan Judul “Rumah” yang berarti BLOG ini merupakan rumah yang bakalan akan aku tempatkan semua uneg2 ku dikala waktu senggang. Dan rumah ini yang bakalan menemaniku dikala aku suka duka dan sedih… Lebay ya…..
BTW ngomong2 masalah rumah… kebtulan banget ya gambar yang aku ambil rumahnya masih JADUL banget… Tapi kelihatan bagussssssss banget… dan keliatan suasana JAWA yang kental abis… Soalnya Rumah Kakek Nenek dah nggak ada yang kayak gini lagi….
Ya… Semoga dengan adanya BLOG ini dapat mengeluarkan uneg2 yang sempat nyantol di OTAK ku… Oke guys… kalo ada kata2 yang salah maapin ye… Soalnya aku nggak ngerti kalo suruh ngeBLOG… dah banyak banget BLOG yang aku punya tapi ya gitu deh…. ampyun……. nggak ketulungan tuh blog.. Ngangkrak kayak Sepeda Tua milik kakeku…. hehehehehehehehe